Sabtu, 23 November 2013

Keindahan Bagi Manusia



Keindahan Bagi Kehidupan Manusia

Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai “Arti Keindahan Bagi Kehidupan Manusia”, kita pamahi lebih dahulu pengertian dan filsafat dari nilai keindahan/ estetika.
Filsafat estetika adalah cabang ilmu yang membahas masalah keindahan. Bagaimana keindahan bisa tercipta dan bagaimana orang bisa merasakannya dan memberi penilaian terhadap keindahan tersebut.
Secara etimologi estetika diambil dari bahasa Yunani, Aisthetike yang berarti segala sesuatu yang cerap oleh indera. Filsafat estetika membahasa tentang reflex kritis yang dirasakan oleh indera dan memberi penilaian terhadap sesuatu, indah atau tidak indah, beauty or ugly. Estetika disebut juga dengan filsafat keindahan.
Keindahan dalam arti luas meliputi
1.      Keindahan Jasmani
2.     Keindahan Seni
3.     Keindahan Alam
4.     Keindahan Moral
5.     Keindahan Intelek
Keindahan dari jasmani dan rohani dapat di ibaratkan keindahan dari jiwa maupun raga yang dimiliki oleh manusia.
Keindahan seni dapat diartikan dengan pembuatan hasil karya, entah itu karya musik, tari, patung, maupun lukisan.
Keindahan alam dapat di artikan dengan penglihatan akan suatu pesona alam, dan dapat dijelaskan dengan kata-kata begitu juga sama dengan keindahan seni.
Keindahan moral dapat dilihat dari perilaku, kepribadian dan tata karma setiap individu manusia.
keindahan intelek dimana keindahan dalam cara manusia berfikir dengan cerdik.
Nilai Estetik
Nilai estetik adalah hal yang mencakup dari keindahan itu sendiri, yaitu keindahan dapat dinikmati oleh mata, jiwa, perasaan, maupun dengan telinga. Semua hal tersebut berkenaan dengan apa yang dilihat oleh manusia itu.



Keindahan juga memiliki nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik
Nilai ekstrinsik
Dapat diartikan sebagai alat bantu untuk menyempurnakan suatu keindahan. Contoh Sebuah musik jika tidak dibantu dengan nada dan irama yang pas, maka music itu tidak akan terdengar indah jika tederngar ditelinga.
Nilai intrinsik
Dapat diartikan dengan nilai yang terkandung dalam suatu keindahan. Contoh Lukisan yang dibuat oleh tangan manusia memiliki arti dan maksud dari lukisan yang ia buat. Dalam arti luas adalah pendeskripsian dari lukisan yang dibuat.
Kaum materialis cenderung mengatakan nilai-nilai berhubungan dengan sifat-sifat subjektif, sedangkan kaum idealis berpendapat nilai-nilai bersifat objektif.
Seperti halnya pada lukisan abstrak, sesuatu yang semata-mata bersifat perorangan. Jika sebagian orang menganggap lukisan abstrak itu aneh, sebagian lagi pasti menganggap lukisan abstrak itu indah. Karena reaksi itu muncul dari dalam diri manusia berdasarkan selera.
Nilai keindahan sendiri sebetulnya sudah ada dan diberikan dari Sang Pencipta kepada kita ciptaan-Nya yang paling sempurna, sejak awal mula dunia dan segala isisnya dijadikan oleh-Nya. “Maka Ia melihat segala sesuatu yang dijadikan oleh-Nya sungguh amat baik”. Kata “baik” tersebut dapat kita asumsikan sebagai suatu rasa kepuasan dan keindahan terhadap hasil suatu ciptaan.
Dari semua pernyataan diatas, kita dapat mengambil suatu garis besar yang mana keindahan itu merupakan hasil interpretasi atau pencitraan dari apa yang telah diterima oleh indera kita. Nilai keindahan muncul dari suatu objektif namun bersifat subjektif, karena nilai keindahan lebih cenderung tergantung dari subyeknya itu sendiri, sehingga dapat berbeda antara subyek yang satu dengan subyek lainnya.
Bagi manusia yang merupakan subyek, nilai keindahan memiliki suatu nilai tersendiri. Karena disana manusia bisa masuk kedalam imajinasi dan perasaannya yang membawa manusia kedalam suatu tempat atau titik ketenangan serta kepuasan baik secara indera maupun jiwa.

Alexander Kabiola
10213633
1EA33

http://fiksi.kompasiana.com/novel/2013/04/02/manusia-dan-keindahan-547138.html

Sabtu, 16 November 2013

Budayaku Indonesiaku

Budayaku Indonesiaku

Negri nan indah berjuta pesona
Beraneka ragam suku dan bahasa
Tersebar dari ujung Sumatera
Hingga ujung pulau Papua

Budayaku Indonesiaku
Negara mana mampu menyaingi budayamu
Negara mana  tak iri dengan budayamu
Keramahan dari penduduk pulaumu
Keidahan dan keunikan pesona budayamu

Budayaku Indonesiaku
Aku bangga terlahir di negri ini
Walau aku tak sempurna diri
Dengan semua kekayaan yang kau miliki
Aku dapat berbangga hati

Budayaku Indonesiaku
Walau zaman telah berubah
Namun budayaku Indonesiaku takkan tergubah
Budayaku Indonesiaku akan selalu indah
Budayaku Indonesiaku tak terkikis tak punah

Jumat, 08 November 2013

CINTA




CINTA

Jujur nih, suatu hal yang cukup sulit bagi saya untuk membuat oretan tentang cinta, lebih susah dari soal matematika dan kimia yang pernah saya dapat dahulu di bangku SMA.

1001 macam mengartikan cinta
1001 macam mengungkapkan cinta
tapi tak banyak yang paham apa itu cinta sesungguhnya
Kalau menurut saya cinta itu adalah tingkatan yang paling tertinggi dari semua ikatan yang ada.
Awalnya didasari atas perkenalan lalu menjadi teman dan menjadi kawan. Bagi saya teman dan kawan itu berbeda. Bukan hanya dari kata-katanya saja tetapi dari arti yang terkandung didalam kata-kata tersebut. Teman itu hanya sekedar teman, sekedar say hello lah kalo menurut saya. Kawan adalah teman yang sudah kita dapat percaya didalam tahap pertemanan awal. Setelah kawan ada yang disebut sahabat, ini sudah tidak perlu ditanyakan dan diragukan lagi status dan keadaanya. best friend 4ever kalo kata anak" zaman sekarang, selalu ada dimana kita berada, baik dalam suasana dan tempat kita berada. So don't be affraid. aku selalu mendengarkan curhatmu... hahaha

Kembali kecinta, cinta adalah tingkat kesempurnaan bagi saya, makanya jangan pernah mengucapkan kata cinta dengan mudah kepada orang lain secara umbar dan asal aja...... didalam cinta terdapat sesuatu yg besar yang kalo saya bilang sih kasih dan sayang, karena itu adalah unsur utama dan yang selalau ada didalam cinta tersebut. kenapa saya menulis bukan kasih sayang tetapi kasih dan sayang??? hihi aneh juga ya, ah tp itu ada artinya pula bagi saya, nih penafsiran dari saya begini. KASIH... hemmm kalau mendengar kata kasih jd gmn gt, kita didalam kasih diajarkan untuk dapat saling memberi satu sama lain, tetapi alangkah baiknya tangan diatas bukan dibawah, tidak harus berupa materiil loh, support atau semangat serta doa juga bisa. jadi kasih itu bersifat membangun. Ada juga di Firman "tak ada kasih yang lebih sempurna dari kasih seorang yang rela memberikan nyawanya demi keselamatan sahabat-sahabatnya"... kalo ga salah gitu tuh. Kasih itu sabar, murah hati, sederhana dan tidak sombong, jadi kalau seseorang sudah memiliki kasih didalam dirinya maka menurut saya dia itu TOP dah......
Nah sekarang SAYANG. waduh kalo dipangil sayang asik dan romantis juga ya!!!! yang yang yang aus yang aus yang aus....hehehehe jualan air neh.
ini real bukan bohong, kebanyakan anak muda yang sedang dalam masa pacaran suka memanggil si doi dengan kata “sayang” atau “beibh” gitu bahasa gaulnya. Memang romantis sekali masa" pacaran, tapi setelah menikah 1 2 3 4 5 tahun kata" itu sudah jarang bahkan tak lagi terdengar, kenapa bisa begitu ya? binggung juga si. . . sayang berbeda dengan kasih, kalau sayang itu berarti kita mau menerima segala apa yang ada didalam diri seseorang, entah itu kelebihan ataupun kekurangan yang ada didalamnya. makanya jangan melihat seseorang dari sisi gelapnya aja, apa lagi pasangan kita, terimalah apa adanya dan bukan adanya apa... hahahaha materialistis amet tuh. Ga ada manusia yg sempurna toh... diciptakan untuk saling melengkapi dan menghiasi.

Hemm. So, apa sih manfaat cinta itu bagi kita umat yang paling di cintai oleh-Nya?
Jika kita bicara manfaat dari cinta, pastilah sangat banyak dan besar manfaatnya.  Coba saja bayangkan, jika kehidupan kita didunia tidak didasari atas cinta, mungkin perang dunia belum selesai sampai sekarang (mirip film tersanjung tempo dulu yang sampai versi 7) hahahaha….
Tapi sangat disayangkan, ketika kita mengetahui begitu banyak dan besarnya manfaat dari cinta,  diantara kita banyak pula yang memanfaatkan kebesaran cinta tersebut untuk kepuasan sesaat dan  bersifat kurang manusiawi. Entah untuk alasan keluarga, pribadi, kelompok dan sebagainya. “saya kecewa dan sedih jika harus melihat dan mengetahui hal itu”. Maaf buka sok agamis atau alim.

Sebagai contoh kecil saja, kita antar sesama umat ciptaan-Nya  saja masih ada sikap acuh tak acuh, sombong, iri, bahkan saling hina. Hemmm……. Memangnya ada ya Tuhan menciptakan  sesuatu tanpa ada didasari atas rasa cinta. Pastinya Dia tidak akan menciptakannya. So, sudah tahu kan maksud saya, jika kita saja iri, sombong, acuh tak acuh dan membenci sesame ciptaan-Nya berarti kita juga telah tidak mencintai-Nya yang Maha Agung dan Cinta.

Lalu apa sih kesimpulannya??? Mudah saja, bagi saya
Cinta = Sempurna

Kutipan
“Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri”

Keep Spirit, Smile and Pray
God Bless Us 

Salam

Alexander Kabiola

Jumat, 01 November 2013

Hubungan Ilmu Budaya Dasar & Sastra



Hubungan Ilmu Budaya Dasar & Sastra

A.  Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat membcrikan pengetahuan dasar dan pengcrtian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan.
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar. manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities di samping tidak mehinggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi: Pengetahuan Budaya).
Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasa! dari ber­bagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

B.  TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR DAN RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pe­ngetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikem-bftngkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan, Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk. dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar­nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Dan bahwa dalam masyarakat yang berkabung semakin Cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mcngalami pergeseran nilai-nilai yang , mungkin sekali dapat membuatnya masa bodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga, mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa saja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah barang tentu ia perlu dibimbing untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung Budaya Dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Berpijak dari hal di atas, tujuan matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bidag menjangkau tujuan tersebut di atas, diharapkan Ilmu Budaya Dasar dapat:
1.      Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, scrta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
2.     Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
3.     Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
4.     Mengembangkan daya kritis tcrhadap pcrsoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
5.     Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia.
6.     Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
7.     Mendukung dan mcngcmbangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
8.     Tidak terjerumus kepada sifat kedaarahan dan pengkotakan disiplin ilmu.
9.     Menambahkan kemampuan mahasiswa untuk mcnanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia tanpa terpikat oleh disiplin mereka.
10.   Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah kemanusiaan dan kebudayaan.
11.    Terjalin interaksi antara cendekiawan yang berbeda keahlian agar lebih positif dan komunikatif.
12.    Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya.
13.    Memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh berbagai cendekiawan.
14.   Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
15.    Agar mampu memenuhi tuntutan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pendidikan.

C.   Sastra

“Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.”

D.  Kesimpulan

Jadi, dapat disimpulkan sastra adalah suatu tulisan yang makna seni atau keindahan tertentu. Sedangkan seni adalah buah cipta manusia yang muncul dari hati manusia itu sendiri dan lebih merujuk kepada ekspresi manusia tersebut. Di zaman sekarang, sastra sudah menjadi karya seni yang begitu banyak digunakan orang sebagai media penyaluran ekpresi mereka. contohnya antara lain : Novel, Cerita/cerpen (tertulis/lisan), Syair, Pantun, Sandiwara/drama, Lukisan/kaligrafi, dan lain-lain. selain penyalur bakat dan ekpresi seni seorang manusia, sastra juga berfungsi sebagai suatu teknik berkomunikasi antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. seperti tradisi budaya Betawi yang mewajibkan untuk berpantun sebagai kata sambutan antar mempelai disaat mereka menikah.
Hubungan sastra dan seni dengan ilmu budaya dasar adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu manusia. sama-sama mempelajari hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi yang beraneka ragam macamnya. dan bayangkan jika manusia hidup tanpa seni. jika manusia hidup tanpa bisa menyalurkan ekspresi mereka. jika manusia tidak bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya. maka akan menggangu kejiwaan atau psikologis manusia tersebut.


Alexander Kabiola
 10213633
 1EA33