Keindahan Bagi Kehidupan Manusia
Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai “Arti
Keindahan Bagi Kehidupan Manusia”, kita pamahi lebih dahulu pengertian dan
filsafat dari nilai keindahan/ estetika.
Filsafat estetika adalah cabang ilmu yang membahas
masalah keindahan. Bagaimana keindahan bisa tercipta dan bagaimana orang bisa merasakannya
dan memberi penilaian terhadap keindahan tersebut.
Secara etimologi estetika diambil dari bahasa Yunani,
Aisthetike yang berarti segala sesuatu yang cerap oleh indera. Filsafat
estetika membahasa tentang reflex kritis yang dirasakan oleh indera dan memberi
penilaian terhadap sesuatu, indah atau tidak indah, beauty or ugly. Estetika
disebut juga dengan filsafat keindahan.
Keindahan dalam arti luas meliputi
1.
Keindahan
Jasmani
2.
Keindahan
Seni
3.
Keindahan
Alam
4.
Keindahan
Moral
5.
Keindahan
Intelek
Keindahan dari jasmani dan rohani dapat di ibaratkan
keindahan dari jiwa maupun raga yang dimiliki oleh manusia.
Keindahan seni dapat diartikan dengan pembuatan hasil karya,
entah itu karya musik, tari, patung, maupun lukisan.
Keindahan alam dapat di artikan dengan penglihatan akan
suatu pesona alam, dan dapat dijelaskan dengan kata-kata begitu juga sama
dengan keindahan seni.
Keindahan moral dapat dilihat dari perilaku, kepribadian dan
tata karma setiap individu manusia.
keindahan intelek dimana keindahan dalam cara manusia
berfikir dengan cerdik.
Nilai Estetik
Nilai estetik adalah hal yang mencakup dari keindahan itu
sendiri, yaitu keindahan dapat dinikmati oleh mata, jiwa, perasaan, maupun
dengan telinga. Semua hal tersebut berkenaan dengan apa yang dilihat oleh
manusia itu.
Keindahan juga memiliki nilai ekstrinsik dan nilai
instrinsik
Nilai ekstrinsik
Dapat diartikan sebagai alat bantu untuk menyempurnakan
suatu keindahan. Contoh Sebuah musik jika tidak dibantu dengan nada dan irama
yang pas, maka music itu tidak akan terdengar indah jika tederngar ditelinga.
Nilai intrinsik
Dapat diartikan dengan nilai yang terkandung dalam suatu
keindahan. Contoh Lukisan yang dibuat oleh tangan manusia memiliki arti dan
maksud dari lukisan yang ia buat. Dalam arti luas adalah pendeskripsian dari
lukisan yang dibuat.
Kaum materialis cenderung mengatakan nilai-nilai
berhubungan dengan sifat-sifat subjektif, sedangkan kaum idealis berpendapat
nilai-nilai bersifat objektif.
Seperti halnya pada lukisan abstrak, sesuatu yang
semata-mata bersifat perorangan. Jika sebagian orang menganggap lukisan abstrak
itu aneh, sebagian lagi pasti menganggap lukisan abstrak itu indah. Karena reaksi
itu muncul dari dalam diri manusia berdasarkan selera.
Nilai keindahan sendiri sebetulnya sudah ada dan diberikan
dari Sang Pencipta kepada kita ciptaan-Nya yang paling sempurna, sejak awal
mula dunia dan segala isisnya dijadikan oleh-Nya. “Maka Ia melihat segala sesuatu
yang dijadikan oleh-Nya sungguh amat baik”. Kata “baik” tersebut dapat kita
asumsikan sebagai suatu rasa kepuasan dan keindahan terhadap hasil suatu
ciptaan.
Dari semua pernyataan diatas, kita dapat mengambil suatu
garis besar yang mana keindahan itu merupakan hasil interpretasi atau
pencitraan dari apa yang telah diterima oleh indera kita. Nilai keindahan
muncul dari suatu objektif namun bersifat subjektif, karena nilai keindahan
lebih cenderung tergantung dari subyeknya itu sendiri, sehingga dapat berbeda
antara subyek yang satu dengan subyek lainnya.
Bagi manusia yang merupakan subyek, nilai keindahan
memiliki suatu nilai tersendiri. Karena disana manusia bisa masuk kedalam
imajinasi dan perasaannya yang membawa manusia kedalam suatu tempat atau titik
ketenangan serta kepuasan baik secara indera maupun jiwa.
Alexander Kabiola
10213633
1EA33
http://fiksi.kompasiana.com/novel/2013/04/02/manusia-dan-keindahan-547138.html